Lovebird Kusumo sedang ulang tahun ke 5, Agustus 2017

Lovebird Kusumo adalah burung yang dimiliki oleh Om Sigit WMP Klaten, burung ini telah menjadi legenda karena setiap kali burung ini dilombakan dalam even besar selalu mendapatkan juara. Burung lovebird kusumo juga menjadi penyemangat bagi para kicau lovebird mania untuk mencetak LB seperti LB Kusumo.

Dulu gantangan lovebird sempat sepi tapi semenjak adanya LB Kusumo gantangan mulai ramai dan diminati para kicaumania, ini juga yang menjadi salah satu faktor dinobatkannya LB Kusumo sebagai lovebird legenda.

Lovebird Kusumo dan Om Sigit WMP Klaten
Postingan Om Sigit WMP Klaten
Dikutip dari website omkicau.com "Dalam satu sesi penilaian, Kusumo mungkin “hanya” nembak 7-10 kali, tapi durasinya rata-rata superpanjang. Sekali narik paling tidak 40 detik, dan tak jarang sampai menedekati dua menit. Bahkan, seperti disebutkan Om Sigit, ada yang sampai 3 menit".

Baca juga : Cara keluarkan sifat fighter lovebird
Dalam postingan Om Sigit WMP Klaten, beliau bersukur karena bulan Agustus ini Lovebird kusumo telah berumur 5 tahun. Pada usia 3.5 tahun burung ini baru stabil dan ketemu settingan maksimalnya serta dapat menjuarai event besar tiap minggunya. Beliau juga berterima kasih atas doa dan apresiasi dari para lovebird mania yang dapat membuat Lovebird Kusumo, Sigitwmp Klaten dan crew menjadi sekarang ini.

Yang dapat kita pelajari dari Lovebird Kusumo dan Perawatan Om Sigitwmp Klaten adalah kesabaran dan juga ketelitian dalam merawat burung LB tersebut. Kita boleh terobsesi mencetak LB seperti kusumo tetapi kita tidak boleh memaksa burung tersebut untuk dapat segera mendapatkan juara.

Baca juga : Settingan lomba LB Paud agar berani ngekek digantangan
Perlu diingat LB Kusumo ini perlu waktu sampai 3.5 tahun untuk mencari settingan yang sesuai dengan karakter, kalau anda baru beli LB ombyokan/ paud saja sudah ingin mendapatkan juara saya rasa itu terlalu berlebihan dan merupakan keberuntungan saja kalau LB dapat mendapatkan juara.

Sedikit ilmu yang dibocorkan Om Sigit WMP Klaten dalam merawat LB Kusumo agar selalu tampil maksimal dan stabil.
  • Karakter, awal dibeli lovebird kusumo memiliki karakter yang liar, dia akan ngelabrak-labrak sangkar dan berputar-putar dibawah sangkar persis seperti sedang ngeruji butuh waktu yang diperlukan untuk membuat lovebird kusumo tenang. Tetapi karakter inilah yang membuat awal om sigit terpesona untuk membeli lovebird kusumo.
  • Pakan, setelan pakan lovebird kusumo terbilang sederhana, seperti yang telah kami pantau dari beberapa wawancara lovebird kusumo hanya diberi pakan milet dan jagung muda saja, tidak tau apa hanya itu atau ada pakan lain yang sengaja tidak di beritahukan ke publik.
  • Pengembunan, Lovebird kusumo selalu di keluarkan dari dalam rumah saat pukul 05.30 pagi sampai matahari muncul lalu disemprot sedikit saja. Lalu, lovebird kusumo diletakan dibawah teras tidak digantung.
  • Ritual mandi, Metode memndikan lovebird bisa dibilang sangat unik beberapa contoh misalnya om sigit mengajarkan lovebird kusumo untuk mandi sendiri di keramba, jadi tidak disemprot dengan spryer seperti kebanyakan cara umum pencinta lovebird dalam memandikan lovebird. Selanjutnya lovebird kusumo memiliki tradisi mandi malam dan mandi hujan, hal ini diyakini untuk membuat mental lebih bagus dan memiliki suara dengan volume yang lantang dan keras.
  • Gantung sangkar didalam rumah, Problem dari lovebird kusumo dulu adalah tidak maen bagus jika event yang diselengarakan dilakukan di malam hari atau di indoor, oleh karena itu om sigit berupaya beradaptasi dengan kondisi itu dengan membiasakan lovebird kusumo aktif didalam rumahnya dengan hanya dibantu oleh pencahayaan lampu rumah.

Artikel Terkait

3 komentar

Wahhh mana nih lovebird mania, harus dicontoh nih keberhasilan om sigit ini sebagai pencinta burung

Silahkan berkomentar yang baik dan menarik sesuai dengan isi konten.
Komentar yang tidak diperbolehkan :

1. Berbau penghinaan SARA
2. Komentar dengan Link hidup ( akan dianggap spam )
3. Komentar tidak nyambung dengan isi postingan
EmoticonEmoticon